Pajak Honda Vario 125/160 di Nusa Tenggara Barat
Skuter Matic · NJKB ~Rp 21.000.000 · Tarif PKB Nusa Tenggara Barat 1,5% (Perda NTB tentang Pajak Daerah).
Pajak tahunan
Rp 657.900
PKB + Opsen + SWDKLLJ + admin
5-tahunan (ganti plat)
Rp 817.900
+ STNK baru + TNKB
Rincian pajak tahunan Honda Vario 125/160 di Nusa Tenggara Barat
| PKB (1.5% × NJKB) | Rp 315.000 |
| Opsen PKB (66% × PKB) | Rp 207.900 |
| SWDKLLJ (Jasa Raharja) | Rp 35.000 |
| Biaya admin STNK | Rp 100.000 |
| Total | Rp 657.900 |
Bila beli baru di Nusa Tenggara Barat
BBN-KB I = 10% × NJKB = Rp 2.100.000. Ini biaya sekali saat pembelian kendaraan baru, di luar pajak tahunan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa pajak Honda Vario 125/160 di Nusa Tenggara Barat?
Tahunan: Rp 657.900. 5-tahunan (perpanjang STNK + plat): Rp 817.900. Berdasarkan NJKB ~Rp 21.000.000 dan tarif PKB Nusa Tenggara Barat 1,5% (sesuai Perda NTB tentang Pajak Daerah).
Berapa BBN-KB Vario 125/160 bila beli baru di Nusa Tenggara Barat?
BBN-KB I (kendaraan baru) di Nusa Tenggara Barat sebesar 10% × NJKB. Untuk Vario 125/160: Rp 2.100.000. BBN-KB II (balik nama bekas) umumnya 1% NJKB = Rp 210.000.
Bagaimana NJKB ditentukan?
NJKB ditetapkan Permendagri tahun berjalan, disesuaikan tipe & tahun kendaraan. Cek di STNK Anda (kolom 'Harga') atau aplikasi Samsat Nusa Tenggara Barat. NJKB Vario 125/160 estimasi Rp 21.000.000 mendekati nilai Permendagri tahun ini.
Bayar di mana?
Tahunan: Samsat (counter, drive-thru), aplikasi Samsat Online Nusa Tenggara Barat, atau platform digital seperti Tokopedia/Bukalapak. 5-tahunan wajib datang ke Samsat untuk cek fisik kendaraan & ganti plat. Pembayaran online tidak include cek fisik.
Bandingkan dengan kendaraan lain di Nusa Tenggara Barat
- Pajak Honda BeAT di Nusa Tenggara Barat
- Pajak Honda PCX 160 di Nusa Tenggara Barat
- Pajak Honda Scoopy di Nusa Tenggara Barat
- Pajak Yamaha NMAX 155 di Nusa Tenggara Barat
- Pajak Yamaha Mio M3 di Nusa Tenggara Barat
Sumber
Perda NTB tentang Pajak Daerah; UU 1/2022 HKPD; UU 28/2009 PDRD; PMK 16/PMK.010/2017 (SWDKLLJ); PP 76/2020 (PNBP Polri).