Kalkulator PPh 21 & Take-Home Pay
Hitung pajak penghasilan dan gaji bersih bulanan dengan bracket progresif UU HPP (5%–35%), PTKP, biaya jabatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan DPLK.
Data per 02-05-2026 · Sumber: UU HPP 2021 & PER-16/PJ/2016
Lihat detail perhitungan PPh 21 setahun
| Bracket | Tarif | PKP di bracket | Pajak |
|---|---|---|---|
| Rp 0 – Rp 60.000.000 | 5% | Rp 60.000.000 | Rp 3.000.000 |
| Rp 60.000.000 – Rp 250.000.000 | 15% | Rp 6.452.000 | Rp 967.800 |
| PPh terutang setahun | Rp 3.967.800 | ||
Estimasi berdasarkan UU 7/2021 (HPP), PER-16/PJ/2016, Perpres 64/2020 (BPJS Kesehatan PPU), dan PP 44/45/46/2015 (BPJS Ketenagakerjaan). Pemotongan bulanan aktual oleh HR Anda mungkin pakai metode TER (PMK 168/2023) yang berbeda; rekonsiliasi tahunan tetap memakai bracket progresif. Hasil ini cocok untuk estimasi tahunan/SPT 1721.
Tarif PPh 21 progresif (UU HPP 2021)
| Penghasilan Kena Pajak (PKP) Setahun | Tarif |
|---|---|
| Rp 0 – Rp 60.000.000 | 5% |
| Rp 60.000.000 – Rp 250.000.000 | 15% |
| Rp 250.000.000 – Rp 500.000.000 | 25% |
| Rp 500.000.000 – Rp 5.000.000.000 | 30% |
| Rp 5.000.000.000 – tak terbatas | 35% |
PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)
| TK/0 (single, no tanggungan) | Rp 54.000.000 |
| K/0 (kawin, no tanggungan) | Rp 58.500.000 |
| K/1 | Rp 63.000.000 |
| K/2 | Rp 67.500.000 |
| K/3 (max) | Rp 72.000.000 |
Cara perhitungan
- Bruto setahun = (gaji + tunjangan tetap) × 12 + THR + bonus
- Pengurang:
- Biaya jabatan: 5% × bruto, max Rp 6 juta/tahun
- Iuran JHT pekerja: 2% × upah × 12
- Iuran JP pekerja: 1% × min(upah, Rp 9.559.600) × 12
- Iuran DPLK pekerja: × 12
- Penghasilan netto = bruto − pengurang
- PKP = netto − PTKP (dibulatkan ke ribuan ke bawah)
- PPh terutang = bracket progresif × PKP
- Non-NPWP: tambah 20% (UU HPP)
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa tarif PPh 21 di Indonesia 2026?
Tarif PPh 21 progresif sesuai UU 7/2021 (HPP) Pasal 17: 5% (PKP s/d Rp 60jt), 15% (Rp 60jt – 250jt), 25% (Rp 250jt – 500jt), 30% (Rp 500jt – 5M), 35% (di atas Rp 5M). PKP = penghasilan netto setahun − PTKP.
Berapa PTKP saya?
PTKP = Rp 54jt (WP pribadi) + Rp 4,5jt (jika kawin) + Rp 4,5jt × jumlah tanggungan (max 3). Contoh: TK/0 = 54jt; K/0 = 58,5jt; K/1 = 63jt; K/2 = 67,5jt; K/3 = 72jt. Diatur PMK 101/PMK.010/2016.
Apa itu biaya jabatan?
Biaya jabatan adalah pengurang penghasilan bruto sebesar 5%, dibatasi maksimum Rp 6 juta/tahun (Rp 500ribu/bulan). Diatur PER-16/PJ/2016. Berlaku untuk semua pekerja PNS/swasta tanpa harus membuktikan biaya aktual.
Apakah JHT dan JP yang saya bayar mengurangi PPh 21?
Ya. Iuran JHT (2% dari upah) dan JP (1% dari upah, cap upah Rp 9.559.600) yang dibayar pekerja adalah biaya pengurang penghasilan bruto sesuai PER-16/PJ/2016. BPJS Kesehatan iuran pekerja (1%) tidak diperhitungkan sebagai pengurang.
Bagaimana kalau tidak punya NPWP?
Pekerja non-NPWP dikenakan tarif 20% lebih tinggi dari tarif normal (UU HPP). Contoh: kalau bracket 5%, jadi 6%; kalau 15%, jadi 18%. Penalti ini agar masyarakat terdorong punya NPWP.
Mengapa potongan PPh per bulan dari HR saya beda dari kalkulator ini?
Sejak 2024, HR pakai metode TER (Tarif Efektif Rata-rata) per PMK 168/2023 untuk pemotongan bulanan—tarif yang berbeda per kategori PTKP, dikenakan ke bruto bulanan. Akumulasi setahun direkonsiliasi pakai bracket progresif (UU HPP) di Desember, bisa lebih bayar/kurang bayar. Kalkulator ini pakai metode bracket untuk estimasi tahunan SPT 1721.
Bagaimana memperhitungkan THR & bonus?
THR & bonus masuk ke penghasilan bruto setahun, tapi karena bersifat tidak teratur, kena PPh 21 di bracket yang sama. Tidak ada keringanan khusus. Masukkan THR/bonus tahunan di kolom yang tersedia untuk hasil akurat.
Sumber resmi
- UU No. 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan
- PER-16/PJ/2016 — Pedoman Teknis Pemotongan PPh 21
- PMK 168/2023 — Tarif Efektif Rata-rata (TER)