HitungUang

Kalkulator Compound Interest

Hitung pertumbuhan investasi majemuk dengan setoran bulanan, frekuensi compound, dan adjustment inflasi untuk dapatkan real return.

Total setoran (modal yang Anda keluarkan)
Rp 130.000.000
Total bunga / pertumbuhan
Rp 63.181.421
Saldo akhir (nominal)
Rp 193.181.421
Saldo akhir riil (setelah inflasi)
Rp 143.745.120
Effective Annual Rate (EAR)
7,23%
Multiplikasi (saldo / setoran)
1.49×

Pertumbuhan saldo per tahun

Formula compound interest: FV = PV × (1+r)^n + PMT × ((1+r)^n - 1) / r. Sumber: matematika finansial standar, referenced di OJK Buku Saku Investasi. Asumsi return konstan; aktualnya volatil terutama untuk saham/reksadana.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu compound interest?

Compound interest (bunga majemuk) adalah bunga yang dihitung tidak hanya dari pokok awal, tapi juga dari akumulasi bunga sebelumnya. Hasilnya: pertumbuhan eksponensial. Albert Einstein dilaporkan menyebutnya 'keajaiban dunia ke-8' karena efek compound jangka panjang.

Apa rumus compound interest?

FV = PV × (1+r)^n + PMT × ((1+r)^n - 1) / r. Di mana FV = future value, PV = pokok awal, PMT = setoran per periode, r = bunga per periode, n = jumlah periode. Sumber: matematika finansial standar.

Beda EAR dan bunga nominal?

EAR (Effective Annual Rate) adalah bunga riil tahunan setelah memperhitungkan compounding. Bunga nominal 10% dengan compound bulanan = EAR 10,47%. Compound harian = EAR 10,52%. Semakin sering compound, semakin tinggi EAR. Bank wajib menampilkan EAR sesuai POJK transparansi.

Apa real return setelah inflasi?

Real return = (1 + nominal_return) / (1 + inflasi) - 1. Contoh: deposito bunga 5%, inflasi 3% → real return ~1,94%. Untuk membandingkan instrumen, real return lebih meaningful daripada nominal. Investasi yang return-nya kurang dari inflasi sebenarnya rugi (purchasing power turun).

Asumsi return apa yang realistis di Indonesia?

Konservatif: deposito 4-5%, SBN ritel 5-6%, reksadana pasar uang 5-6%. Moderat: reksadana campuran 7-9%, obligasi 6-8%. Agresif: reksadana saham 8-12% (volatil), saham langsung historis IHSG ~7-10% jangka panjang. Semua sebelum pajak; kinerja masa lalu bukan jaminan masa depan.

Sumber edukasi

  • OJK Buku Saku Investasi
  • UU 36/2008 tentang PPh Pasal 4(2) — pajak final atas bunga & dividen
  • BPS — data inflasi Indonesia

Kalkulator terkait